Jagung Kacang Tanah Dan Bayam Berkembang Biak Dengan

Jagung Kacang Tanah Dan Bayam Berkembang Biak Dengan – Tidak sedikit petani di Indonesia yang masih menggunakan sistem monokultur atau monokultur. Sistemnya adalah bercocok tanam dengan menanam tanaman sejenis sepanjang tahun. Banyak petani yang sawah atau lahan pertaniannya hanya ditanami padi, jagung saja, atau kedelai saja. Sistem ini harus dihindari karena pola perpindahan sangat penting dalam pertanian. Apa pentingnya rotasi tanaman dalam pertanian? Ini detailnya!

Pentingnya pola rotasi pertama dalam pertanian adalah untuk mengurangi intensitas serangan hama. Rotasi tanaman merupakan cara pengendalian hama dan penyakit, karena langkah ini berarti hama tidak memiliki inang permanen. Dengan menerapkan rotasi tanaman yang tepat, siklus hama dan penyakit yang disebabkan oleh sistem monokultur dapat diputus. Agar lahan pertanian menjadi lebih baik dan subur.

Jagung Kacang Tanah Dan Bayam Berkembang Biak Dengan

Tidak hanya hama yang dapat berkembang biak lebih besar, sistem monokultur juga dapat merusak tanah. Mengapa? Karena dalam pertanian produk tunggal, produknya tidak dibedakan dengan pupuk dan pestisida yang digunakan pada umumnya. Hal ini menyebabkan kesuburan tanah menurun yang memicu terjadinya pengerasan struktur permukaan tanah. Pengerasan ini menyebabkan organisme vegetatif yang bersimbiosis dengan tumbuhan kehilangan kemampuannya untuk menyusup ke dalam tanah.

Kelas X_smk_teknologi _pangan_sri Rini Dwiari

Terbentuknya ekosistem mikro yang stabil juga menjamin keberhasilan proses budidaya. Keunggulan tersebut dapat ditemukan dengan salah satu cara yaitu dengan menanam legum (kacang-kacangan) sebagai sumber pupuk nitrogen sebelum jagung ditanam. Rotasi kedua jenis tanaman ini patut dicoba karena pada akar leguminosa banyak bintil-bintil berisi bakteri yang dapat memfiksasi nitrogen di udara, menggantikan nitrogen di dalam tanah yang telah diserap tanaman sehingga berkontribusi dalam pembentukan mikrokonstanta. -ekosistem.

Jika petani hanya menanam satu jenis tanaman sepanjang tahun, beberapa tanaman mutlak diperlukan. Penggarapan (budidaya) lahan pertanian dimulai dengan penggunaan alat berat, proses pembubutan tanah saat membajak, dan penggunaan bahan sintetik. Akibatnya, setelah panen, lahan pertanian menjadi kering dan mengeras yang disebabkan oleh penguapan air dan proses salinisasi akibat penggunaan pupuk kimia sintetik.

Untuk meningkatkan kesuburan tanah, perlu diterapkan pola tanam. Tumbuhan memiliki karakteristik yang berbeda-beda, ada yang bergizi dan ada pula yang memberi nutrisi. Contoh pola pergiliran yang baik adalah menanam umbi-umbian yang enak nutrisinya pada musim pertama. Kemudian lanjutkan menanam legum yang memberi nutrisi. Setelah itu baru menanam sayuran buah dan sayuran berdaun. Pola tanam ini dapat memberikan manfaat dalam hal stabilitas ekosistem ekonomi makro yang dibutuhkan lahan pertanian.

Melalui pergiliran tanaman, petani dapat memproduksi berbagai komoditas dalam satu lahan pertanian. Untuk mencapai keuntungan tersebut, para petani hanya perlu mengetahui permintaan pasar dan melakukan perubahan pola tanam di dalam negeri. Hasil panen ini kemudian dapat dijual secara terus menerus ke pasar yang benar-benar membutuhkannya. Di Indonesia sendiri, ada tiga kategori jenis tanaman pertanian yang paling banyak ditanam, yaitu.

Adie Does :.: Sejuta Rasa Di Bumi Anjuk Ladang

Ketiga golongan tanaman tersebut di atas merupakan tanaman utama. Agar kebutuhan nutrisi tanaman tersebut terpenuhi, maka perlu ditanami tanaman legum yang dapat menjaga kesuburan tanah.

Nah, itulah pentingnya pola tanam dalam pertanian. Dengan menerapkan pola tanam yang tepat, maka kesuburan lahan budidaya dapat dipertahankan. Mungkin berguna!

Share To

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *