Persilangan Antara Dua Individu Dengan Satu Sifat Beda Disebut

Persilangan Antara Dua Individu Dengan Satu Sifat Beda Disebut – Penyusun: Kelompok 3 Kehutanan Jurusan Kehutanan Universitas Rio Rio 2014 1. Annie Angriani 5. Freddie Lamsihar 2. Areska Yuliana Putri M. Behaqi. .

Genetika adalah ilmu yang mempelajari pewarisan sifat dari orang tua kepada keturunannya. Gregor Johann Mendel (), seorang biarawan di sebuah biara di Brunn, Austria melintasi Pisum sativum, kemudian menanam dan mengamati hasil salib itu, Mendel melakukannya 12 tahun. Alasan dipilihnya kacang hijau sebagai bahan percobaan adalah: a. Memiliki beberapa fitur menarik yang berbeda b. Pemolisian diri c. Perkawinan silang dengan mudah membutuhkan waktu untuk menghasilkan keturunan yang cepat. Setelah beberapa generasi dari hasil eksperimen yang diperolehnya, Mendel menyusun beberapa hipotesis, yaitu: a. Setiap sifat dalam suatu organisme dikendalikan oleh sepasang faktor keturunan, satu dari induk jantan dan satu lagi dari induk betina. b. Setiap pasang faktor genetik mewakili bentuk alternatif, misalnya tinggi atau pendek, bulat atau kuning, kuning atau hijau. Kedua bentuk alternatif ini disebut alel. c. Jika sepasang faktor hidup berdampingan dalam tanaman, faktor dominan akan mengambil alih faktor resesif. d. Selama pembentukan gamet, sepasang faktor atau setiap alel akan terpisah secara independen. Individu murni memiliki alel yang sama, yaitu hanya dominan atau resesif saja.

Persilangan Antara Dua Individu Dengan Satu Sifat Beda Disebut

Hukum Mendel I, juga dikenal sebagai Hukum Segregasi, menyatakan: ‘Dalam pembentukan gamet, dua gen yang telah berpasangan terpisah menjadi dua sel anak’. Aturan ini berlaku untuk persilangan monohibrid (persilangan dengan sifat berbeda). Secara garis besar, undang-undang ini mencakup tiga hal: a. Gen memiliki bentuk alternatif yang mengatur karakter warisan yang berbeda. Ini adalah konsep dua jenis alel; Alel resesif (selalu tidak terlihat dari luar, ditunjukkan dengan huruf kecil, misalnya w pada gambar), dan alel dominan (selalu terlihat dari luar, ditunjukkan dengan huruf besar, misalnya R ). b. Setiap orang memiliki sepasang gen, satu dari induk jantan (misalnya pada gambar di bawah) dan satu lagi dari induk betina (misalnya RR pada gambar di bawah). c. Jika pasangan gen ini memiliki dua alel yang berbeda, alel dominan akan selalu diekspresikan (dilihat dari luar). Alel resesif yang tidak selalu diekspresikan masih diwariskan ke gamet yang dihasilkan pada keturunannya.

Pages 1 6

4 3. Hukum Mendel II Hukum Mendel II dikenal sebagai hukum bermacam-macam bebas, yang menyatakan: ‘Jika dua individu berbeda dalam dua atau lebih pasangan sifat, heritabilitas pasangan tersebut tidak terkait dengan sifat mereka. Pasangan lain’ Aturan ini berlaku untuk persilangan hibrida (dua sifat berbeda) atau lebih.

5 Seperti terlihat pada gambar, tetua jantan (kelas 1) memiliki genotipe ww (berfenotip putih), dan tetua betina memiliki genotipe RR (berfenotip merah). Generasi pertama (level 2 pada gambar) merupakan persilangan antara genotipe tetua jantan dan betina menghasilkan 4 individu baru (semua genotipe wR). Jika tidak, persilangan/kawin generasi pertama ini akan menghasilkan individu pada generasi berikutnya (level 3 pada gambar) dengan gamet R dan w di sebelah kiri (induk jantan level 2) dan di baris atas gamet R dan w (level 2) betina induk). Kombinasi permainan ini akan menghasilkan 4 probabilitas individu yang diwakili oleh genotipe pada 3 level catur: RR, Rw, Rw, dan ww. Oleh karena itu, pada level 3, rasio genotipe RR (merah), Rw (merah) dan ww (putih) adalah 1:2:1. Secara fenotip, perbandingan orang merah dengan orang kulit putih adalah 3:1.

6 4. Teori Pewarisan Sifat Pewarisan sifat atau yang disebut hereditas adalah pewarisan sifat dari orang tua kepada keturunannya. Ilmu yang mempelajari pewarisan sifat disebut genetika. Pewarisan sifat-sifat ini dapat ditentukan oleh kromosom dan gen. Teori-teori tentang pewarisan adalah : 1. Teori Embrio Teori ini dikemukakan oleh William Harvey dan beliau mengatakan bahwa semua hewan berasal dari telur. Pernyataan ini diperkuat oleh Reiner de Graaf (), peneliti pertama yang mengenali penyatuan sel sperma dengan sel telur hingga membentuk embrio. Reiner de Graaf menjelaskan bahwa benih burung itu seperti telur. 2. Teori Preformasi Teori ini dikemukakan oleh John Sommerdan yang mengatakan bahwa sel telur mengandung semua generasi yang akan datang sebagai bayi yang sudah terbentuk. 3. Teori Epigenesis Embriologi Teori ini dikembangkan oleh C.F. Wolff menjelaskan bahwa terdapat kekuatan vital pada benih suatu organisme yang menyebabkan embrio berkembang sesuai dengan pola perkembangan sebelumnya. 4. Teori Plasma Nutfah Teori ini dikembangkan oleh J.B. Diperkenalkan oleh Lamarck, ia mengatakan bahwa alam ditransmisikan ke generasi berikutnya dalam pembentukan fungsi organik karena rangsangan dari luar (lingkungan). Sebagai fitur.

7 5. Teori Pengenesis Teori C.R. Hal ini dikemukakan oleh Darwin, yang mengatakan bahwa setiap bagian tubuh orang dewasa menghasilkan biji-biji kecil yang disebut gemmules. 6. Teori Telegoni Teori ini dikemukakan oleh Ernst Haeckel dan menyatakan bahwa spermatozoa sebagian besar terdiri dari nukleus dan nukleus bertanggung jawab atas karakteristik keturunan.

Konsep Dasar Pewarisan Sifat Worksheet

5. Eksperimen Mendel 1. Menyilangkan dua orang dengan langkah yang berbeda a. Persilangan monohibrid dominan penuh Persilangan dua individu dengan sifat yang berbeda akan mengurangi sifat dominan jika sifat keturunannya identik dengan sifat induknya. Perhatikan contoh salib di bawah ini. Contoh: Tanaman berbatang panjang disilangkan dengan tanaman berbatang pendek. F1 semuanya berbatang tinggi. Kemudian F1 dibiarkan mengasihani dirinya sendiri. Hasil yang diperoleh adalah F2 dengan batang panjang dan batang pendek dengan perbandingan 3:1. Persilangan ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Induk 1 (P1) Batang Kacang Panjang >< Kacang Pendek Genotipe T T T t Fenotipe Panjang Pendek Gamet T dan T T dan T Filial (F1) T t Fenotipe : Tinggi Induk 2 (P2 ) T t T   t T dan t

Persilangan ini tidak memiliki fenotipe galur murni yang identik, tetapi memiliki fenotipe antara kedua tetuanya. Perhatikan contoh: huruf merah murni (MM) dari Antihennum Majus disilangkan dengan garis putih bersih (mm). Dari persilangan ini diperoleh hasil F1 bunga berwarna pink semua. Jika F1 ditanam dan diserbuki silang, F2 akan menghasilkan tanaman berbunga merah, merah jambu, dan putih dengan perbandingan 1:2:1. M dan M M dan M M dan m F1 Mm Fenotip: mawar merah muda P2 Mm (merah muda) M dan m

Kemungkinan kombinasi pada F2 adalah sebagai berikut: Gamet M MM (merah) 1 Mm (merah muda) 2 mm (merah muda) 3 Mm (putih) 4 Gamet Fenotipe F2 dibandingkan dengan rata-rata persilangan monohibrid adalah: Merah : Merah Muda : Putih = 1 : 2 : 1. Perbandingan genotipe : MM : Mm : mm = 1 : 2 : 1

Persilangan antara dua individu dengan dua atau lebih sifat yang berbeda menghasilkan keturunan dengan rasio fenotipe dan genotipe tertentu. Dalam percobaannya, Mendel menggunakan varietas anggur murni yang berbiji bulat kuning dan varietas murni berbiji hijau. Karena warna bulat dan kuning lebih dominan dibanding garing dan hijau, semua biji F1 berbiji bulat dan berwarna kuning. Benih F1 ini ditanam kembali dan diserbuki silang untuk mendapatkan F2. Keturunan F2 adalah sebagai berikut. Persilangan ini merupakan persilangan antara dua individu yang memiliki dua sifat berbeda yaitu bentuk biji dan warna biji. B=tanah, dominan coklat b=coklat, K=kuning, dominan hijau k=hijau Perhatikan peta persilangan dua individu dengan dua sifat berbeda di bawah P1 (dyhybrid). Biner dengan biji kuning bulat. Genotip BBKK Bbkk Gamet BK dan BK bk dan bk F1 BbK k Fenotipe : Biji bulat kuning P2 BbKk BK, B k, bK, bk BK, Bk, bK, bk

Bimbingan Belajar Harapan Bangsa

Permainan BK BK BK bbbb bbbb bbbb bbbb bbkk 2 bbkk 3 bbkke 8 bbkk 0 bbkk 0 bbkk 1 bbk k 1 2 1 bbkk 1 1 3 14 bbkk 1, fenotipe pada F2 adalah: 1 Bulat – Kuning = Bilangan: 1, 2, 3, 4, 5, 7, 9, 10, 13 2. Bulat – Hijau = Bilangan: 6, 18, 14 kl – 3 . = Bilangan: 11, 12, 15 4. Kuning – Hijau = Bilangan: 16 F2 Perbandingan fenotipnya adalah: Bulat – Kuning : Bulat – Hijau : Kuning – Kuning : Kuning – Hijau = 9 : 3 : 3 : 1

Kemungkinan genotip fenotipe Nomor kotak 1 BBKK Lingkaran kuning 2 2, 5 BBKk 3 3, 9 BBKK 4 4, 7, 10, 13 BBKk 5 6 BBK Lingkaran hijau 8, 14 BBKK 7 11 bbK9, BBK 47 10, 13 BbKk Greenskins Perbandingan genotipe: BBKK: BBKk: BbKK: BbKk: BBK: BBK: bbKK: bbKk: bbkk 1 : 2 : 2 : 4 : 1 : 2 : 1 : 2

3. Persilangan dua individu dengan tiga sifat berbeda (trihibrid) Misalnya persilangan pegas dengan tiga sifat berbeda, seperti: batang panjang, biji bulat dan biji kuning, batang pendek, biji keriput, biji hijau warnanya Keturunan F1 yang dihasilkan adalah: Persilangan Trihibrid P1 TTKKBB >< Ttkkbb Fenotipe pe Tinggi, Kuning, Bulat Pendek, Kuning, Hijau Tipe Genet TKB Tkb F1 TtKkBb

Cara menggunakan dua wa dengan satu nomor, beda mesin cuci satu tabung dan dua tabung, hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan disebut, hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya disebut, salah satu perbedaan antara asuransi umum dengan asuransi syariah adalah, salah satu perbedaan antara asuransi umum dengan asuransi syariah, bernyanyi dengan menggunakan satu suara disebut, satu nomor dua wa beda hp, interaksi antara individu dengan kelompok, alam antara kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat disebut, duduk diantara dua sujud disebut dengan, cara membuat dua whatsapp dengan satu nomor

Share To

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *