Suku Gumai Berasal Dari Provinsi

Suku Gumai Berasal Dari Provinsi – Sumatera adalah rumah bagi banyak suku yang dipengaruhi oleh ukuran pulau. Pulau ini merupakan pulau terbesar keenam di dunia dengan luas 443.065,8 kilometer persegi.

Pulau Sumatera didominasi oleh bangsa Melayu yang melahirkan suku-suku, salah satunya adalah suku Gumai. Suku Gumai merupakan suku yang banyak mendiami wilayah Sumatera Selatan, lebih tepatnya di Kabupaten Lahat. Suku ini merupakan kesatuan dari tiga wilayah, Gumay Lembak, Gumay Ulu dan Gumay Talang.

Suku Gumai Berasal Dari Provinsi

Sebelumnya, ketiga wilayah ini digunakan sebagai marga bagi keturunan kasta Gumai. Suku Gumai menganut sistem patrilineal dimana marga diwariskan dari pihak ayah. Namun ketika kota Lahat berdiri setelah kemerdekaan, ketiga wilayah Gumai dipisahkan, sehingga sistem penamaan marga berubah.

Mengenal Ragam Suku Bangsa Yang Mendiami Provinsi Bengkulu

Gumey Lembak kini berada di Kecamatan Pulau Pinang tepatnya di Lubuk Sepang. Gume Ulu sendiri berada di kecamatan Pulau Pinang, dengan kantor pusat di Tinggi Hari. Sedangkan Gume Talang berada di kecamatan Kota Lahat, lebih tepatnya di Langu-Endikat.

Keunikan suku Gumai adalah mereka gigih mempertahankan identitas aslinya. Banyak dari ritual tersebut yang bertahan hingga saat ini karena menguatnya pengertian tentang identitas.

Salah satu ritual yang masih dilakukan suku Gumai adalah sedekah malam keempat belas. Ritual ini dilakukan di rumah-rumah pemangku adat dalam suatu pertemuan, dengan tujuan untuk mencari zikir dan berkah dari para leluhur Gumai.

Cara suku Gumai mengingat identitas leluhurnya adalah dengan menggunakan nama keluarga. Kebanyakan orang Gumai menambahkan “Gumay” di depan atau belakang nama mereka, seperti Adimas Gumay. Penggunaan marga ini menunjukkan tempat asal, garis keturunan atau nama keluarga seseorang.

Materi Ajar Kelas 4 Tema 7 Subtema 1 Pb3

Kehilangan klan tidak terbatas pada mereka yang tinggal di Lahat. Ada kemungkinan seseorang yang tidak pernah pergi ke Lahat memiliki nama belakang yang hilang karena genetika.

Suku Gumai menggunakan bahasa Lematang. Berdasarkan klasifikasi linguistik, Lematang termasuk dalam rumpun bahasa Musi dan Melayu Tengah, salah satu rumpun bahasa besar dari rumpun bahasa Hesperonesia. Umumnya, bahasa ini sebenarnya dituturkan oleh penduduk wilayah tenggara pulau Sumatera.

Bahasa Lematang terdiri dari lima dialek yaitu dialek Pagagan, Lematang Lahat, Lematang Ujan Mas Lama, Rambutan dan Rambang. Suku Gumai sendiri berbicara dengan dialek bahasa masyarakat di sekitar lembah Sungai Lematang. Karena pada dasarnya orang Gumai adalah pendatang.

Bahasa Lematang telah digunakan oleh suku bangsa Lematang selama ratusan ribu tahun. Namun seiring berjalannya waktu, Lematang menjadi jarang digunakan.

Nuwewang, Negeri / P. Leti

Berdasarkan statistik linguistik, sastra, dan akuntansi tahun 2020, Lematang digolongkan sebagai bahasa di pulau Sumatera yang hampir punah. Selain itu, provinsi yang terkenal dengan Sungai Musi dan Jembatan Ampera ini memiliki 12 suku yang masih eksis hingga saat ini.

Banyak orang Comring tinggal di sepanjang Sungai Comring. Seperti sebagian masyarakat di Sumatera Selatan, masyarakatnya memiliki sifat “ingin tahu”.

Oleh karena itu persebaran suku ini menjadi sangat luas dan menyebar hingga ke provinsi Lampung. Suku Komering juga terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu Komering Ilir yang sebagian besar bermukim di sekitar Ku Agung. Sedangkan yang lainnya adalah Komaring Ulu yang umumnya tinggal di sekitar kota Baturaja.

Selain itu suku Komaring juga memiliki wilayah terluas di Sumatera Selatan diantara suku lainnya.

Payangan, Kerajaan / Bali

Kelompok suku Palembang meliputi 40-50 persen wilayah kota Palembang. Selain itu ada juga dua kelompok dalam suku ini.

Yang pertama adalah golongan “Wong Jero” yaitu golongan darah biru yaitu keturunan para bangsawan. Dan yang kedua adalah golongan “Wong Jabo” yang berarti rakyat biasa.

Kajian menyebutkan bahwa suku Palembang merupakan hasil peleburan berbagai bangsa. Beberapa bangsa tersebut seperti bangsa Arab, Tionghoa, Jawa dan berbagai suku bangsa lainnya di Indonesia. Ada dua jenis bahasa dalam suku Palembang, yaitu “Basso Palembang Elus” dan “Basso Palembang Sari-Sari”.

Sebelum terbentuknya kota Lahat, suku Gumai masih hidup berdasarkan marga-marga yang memiliki wilayahnya sendiri. Ketiga marga tersebut adalah marga Gumai Lambak, Gumai Ulu dan Gumai Talang.

Suku Terbesar Di Indonesia Berdasarkan Jumlah Penduduk

Setelah terbentuknya kota Lahat, kasta Gumai dipisahkan. Gumai Lembak dan Gumai Ulu merupakan bagian dari Kabupaten Pulau Pinang. Sedangkan Gumai Talang merupakan bagian dari Kabupaten Kota Lahat.

Sedangkan tempat kedudukan suku Kayu Agung sebagian besar berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir yang ibukotanya bernama Kayu Agung.

Sebagian besar masyarakat Kayu Agung beragama Islam, namun mereka masih mempertahankan kepercayaan lamanya yaitu kepercayaan terhadap alam roh. Suku ini masih percaya bahwa mereka masih bisa berkomunikasi dengan nenek moyang mereka.

Karena itu, sebelum setiap pemakaman, setiap jenazah manusia harus dimandikan dengan bunga. Tujuannya adalah untuk mencegah jiwa orang mati kembali ke rumah mereka.

Sendana, Kerajaan / Prov. Sulawesi Barat

Menurut mitologi, nama Pasmah berasal dari kata “Besemah” yang berarti “berbahasa Melayu”. Sebagian besar suku Pasmah juga mencari nafkah dengan menanam kopi, sayuran, dan cengkeh.

Sementara tempat tinggal suku ini sebagian besar tinggal di Kabupaten Ampet Lawang, Kabupaten Lahat dan daerah Ogun Komering Ulu.

Demikian ulasan kami kali ini, tentang 5 spesies yang ada di Sumatera Selatan. Semoga bermanfaat bagi kalian semua. Menurut berbagai sumber, termasuk Wikipedia, beberapa contoh suku yang masih hidup di wilayah Sumatera Selatan adalah Komaring, Gumai, Palembang, Lintang, Semando, dan Keuagung.

Nah, ternyata selain senjata suku, ada juga rumah adat untuk berbagai tarian tradisional, seperti tari Tanggai dan tari Gending Sriwijaya. Sumatera Selatan ternyata juga memiliki keragaman dalam hal pakaian adat.

Perhatikan Tabel Berikut!no Suku Bangsa1suku Bataksuku Tenggersuku Mentawaisuku Dayak5 Suku

Versi lain mengatakan bahwa pakaian adat ini berasal dari Kesultanan Palembang antara abad ke-16 dan pertengahan ke-19.

Aksesoris mahkota yang disebut kopia kaplak untuk pria dan karsuhun untuk wanita biasanya dipasang di kepala.

Pertama, adanya ornamen penutup dada dan bahu bagi laki-laki dan perempuan yang disebut taret dan memiliki filosofi kesucian dan kecemerlangan.

Ketiga, ada kalung Cabo Muplod atau disebut juga Tapak Ijo, yang terbuat dari emas 24 karat dengan bentuk lempengan tiga lapis.

Allang, Negeri / P. Ambon

Keenam, ada aksesoris gelang seperti Gelang Palak Ulo, Gelang Kekak, Gelang Sempur dan Gelang Kanu.

Bagian ketujuh adalah saputangan berbentuk segitiga yang terbuat dari beludru merah, yang salah satu sisinya dihiasi kelopak bunga melati berwarna keemasan.

Sapu tangan ini digunakan oleh mempelai laki-laki pada jari tengah dan kelingking bagi perempuan pada saat prosesi pernikahan.

Untuk laki-laki, keistimewaan pakaian adat ini adalah terbuat dari lapis lazuli dengan sulaman emas, bertabur bunga emas dan dilengkapi celana panjang atau bawahan.

Pakaian Adat Sumatera Selatan (nama, Keterangan, Gambar)

Sedangkan untuk wanita, identitas busana tersebut adalah bentuknya yang berupa baju berwarna merah bergaris dan dihiasi motif bintang berwarna keemasan.

Busana adat Besmah ini berasal dari daerah Pagar Alam Sumatera Selatan dan biasa dikenakan oleh calon pengantin setempat.

Keunikan pakaian adat pria terletak pada bahannya yang terbuat dari beludru merah dan dilengkapi dengan buku lagu yang dikenakan seperti sarung.

Aksesoris yang biasa digunakan adalah manik-manik berbentuk koin emas, mahkota beludru merah, dan kalung emas berbentuk kerbau.

Raya, Kerajaan / Prov. Sumatera Utara

Sedangkan keunikan pakaian adat wanita adalah bahannya terbuat dari beludru merah dan dilengkapi dengan samar yang juga terbuat dari beludru merah.

Aksesoris tambahan yang digunakan mempelai wanita adalah kalung emas berbentuk tanduk kerbau, tiara yang dikenal dengan nama singel dan sanggul emas.

Busana adat daerah perbatasan Rejang Lebong di Bengkulu ini menggunakan buku lagu Lal sebagai dasar konsepnya.

Yang membuat dekorasi ini unik adalah banyaknya motif bunga yang bisa Anda temukan di dalamnya, yang dilengkapi dengan aksesoris yang terbuat dari kuningan dan emas.

Indonesia Kaya Dengan Beragam Sukubangsa. Suku Gumai Berasal Dari Pulau……a. Malukub. Papuac.

Dari segi desain, kostum ini tetap memadukan bahan buku lagu khas Sumatera Selatan dengan tambahan berupa mahkota emas.

Setelah mengenal jenis-jenis pakaian adat Sumatera Selatan dan aksesorisnya, filosofinya akan kita bahas lebih detail.

D. Celana sutra, yaitu motif halus dan flagellated pada permukaan celana, melambangkan kebahagiaan dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Setelah ditelaah secara mendalam, ternyata pakaian adat provinsi-provinsi di sumatera selatan ini sangat beragam bukan?

Tarian Tradisional Sumatra Selatan Yang Masih Lestari Hingga Kini

Nah semoga setelah membaca artikel ini anda bisa menambah wawasan tentang pakaian adat sumatera selatan dan sekaligus merasa bangga dengan keragaman budaya indonesia.

Share To

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *